5+ Perbedaan UKM Dan UMKM yang Harus Diketahui

by -9 views
6 Perbedaan UKM Dan UMKM

Tentu kita sering mendengar terkait informasi UKM dan UMKM. Tetapi apakah kita mengetahui apa perbedaan dari keduanya?

Nah jika kita berbicara tentang persamaan dari UKM serta UMKM tentu kedua jenis usaha ini merupakan penunjang perekonomian nasional.

Adapun kepanjangan dari UKM adalah usaha kecil dan menengah yang menekankan fokus terhadap usaha kecil.

Sedangkan UMKM merupakan dari usaha mikro, kecil dan menengah yang lebih fokus terhadap cakupan usaha mikro. Walaupun akhirnya istilah UMKM lebih sering digunakan karena telah mencakup dari ketiga jenis usaha tersebut.

6 Perbedaan UKM Dan UMKM

6 Perbedaan UKM Dan UMKM

Ada banyak perbedaan antara UKM serta UMKM yang perlu dibahas agar kita sebagai pebisnis lebih mengerti. Mengacu dari berbagai sumber informasi, ada beberapa aspek yang membedakan UKM dan UMKM, berikut pembahasannya untuk Anda:

1. Omset Usaha

Di dalam nomor 20 tahun 2008, usaha mikro mempunyai omset serta hasil penjualan tahunan maksimal sebesar 300 juta rupiah. Adapun usaha kecil memiliki omset tahunan minimal 300 juta rupiah hingga maksimal 2,5 miliar rupiah.

Sedangkan untuk usaha menengah mempunyai omset tahunan minimal 2,5 miliar rupiah hingga maksimal 50 miliar rupiah.

2. Terkait Tenaga Kerja

Setiap jenis usaha baik itu mikro kecil dan menengah memiliki jumlah tenaga kerja yang berbeda-beda. Usaha mikro minimal memiliki tenaga kerja sebanyak 1 sampai 5 orang.

Kemudian untuk usaha kecil mempunyai 6 sampai 19 orang tenaga kerja. Serta usaha menengah mempunyai setidaknya 20 tenaga kerja hingga 99 tenaga kerja.

3. Terkait Modal Awal UKM Dan UMKM

Besaran modal untuk pendirian usaha juga menjadi perbedaan antara UKM dan UMKM. Setidaknya untuk mendirikan UKM diperlukan modal sebesar 50 juta rupiah. Sedangkan modal yang diperlukan untuk mendirikan UMKM setidaknya adalah sebesar 300 juta rupiah.

UMKM sendiri membutuhkan modal awal yang lebih besar karena memang usaha UMKM dipercaya mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap perkembangan ekonomi nasional. Sementara untuk UKM lebih bersifat perorangan serta keuntungan yang lebih kecil.

4. Kekayaan Bersih Usaha Yang Dimiliki

Adapun kekayaan bersih untuk usaha mikro maksimal sebanyak 50 juta rupiah. Kemudian untuk kekayaan bersih usaha kecil lebih dari 50 juta rupiah hingga maksimal 500 juta rupiah.

Kekayaan bersih usaha menengah mulai dari 500 juta hingga maksimal 10 miliar rupiah. Kekayaan bersih dari tiga jenis usaha tersebut tidak termasuk dengan bangunan tempat usaha serta tanah.

5. Pembinaan Usaha

Kita juga dapat meninjau pembinaan usaha antara UKM serta UMKM untuk dapat melihat perbedaan dari keduanya. Mengacu terhadap UU nomor 23 tahun 2014, usaha dengan skala mikro dibina oleh kabupaten serta kota.

Untuk usaha kecil dibina oleh provinsi dan sedangkan untuk usaha menengah dibina dengan skala nasional.

6. Terkait Pajak

Kita dapat mengacu kepada pp nomor 23 tahun 2018, bahwa wajib pajak yang mendapatkan penghasilan bruto tidak lebih dari 4,8 miliar rupiah, dikenakan pajak penghasilan dengan bersifat final yaitu sebesar 0,5%.

Bahwa pelaku usaha yang memperoleh peredaran bruto dengan ketentuan ini tidak wajib membayar dan memungut ppn di setiap transaksinya, akan tetapi wajib untuk memungut pph final sebesar 0,5%.

Lalu jenis usaha mana yang memungut, membayar serta melaporkan pph final 0,5%?

Jika kita melihat dari pendapatan omset yang kita bahas pada poin-poin diatas, UKM serta UMKM mempunyai kemungkinan untuk memungut dan membayar pph final 0,5%. Akan tetapi jika jenis usaha menengah sudah mempunyai peredaran bruto di atas 4,8 miliar rupiah, pelaku usaha menengah ini tidak bisa memungut pph final 0,5%.

Nah sebenarnya selain pph final yang dikenakan, terdapat jenis pajak lain yang juga dikenakan kepada UKM dan UMKM, pph pasal 23, pph pasal 21 dan juga pph pasal 4 ayat 2. Akan tetapi pajak ini dikenakan berdasarkan kondisi operasional usaha.

Penutup

Di atas kita telah membahas terkait berbagai perbedaan antara UKM dan UMKM yang perlu diketahui oleh pebisnis. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan baca juga artikel lain terkait 5 Kesalahan yang Harus Dihindari oleh Pelaku Bisnis UKM