,

7 Tips Usaha Toko Kelontong

by -20 views
Usaha toko kelontong tampil modern
Usaha toko kelontong tampil modern (Photo copyright: SRC.id)

Toko kelontong adalah toko kecil yang menjual barang-barang keperluan sehari-hari. Meskipun kini banyak minimarket tersebar di banyak penjuru, toko kelontong masih menjadi tujuan belanja banyak orang. Usaha kelontong untuk pemula terlihat sebagai usaha kecil menjanjikan, karena itu mengapa Anda tidak coba?

Dari survey, terlihat omset penghasilan pengusaha toko kelontong berkisar antara 1 – 3 juta rupiah per hari. Cukup menggiurkan ya?

 

Berikut persiapan usaha toko kelontong:

  1. Mempersiapkan lokasi

Tempat toko kelontong Anda berada akan sangat menentukan. Bila rumah Anda cukup strategis dan masih ada ruang di depan rumah, ada baiknya Anda buat toko kelontong di sana sehingga menghemat biaya sewa toko. Ada keuntungan toko kelontong di dalam kompleks perumahan. Warga kompleks biasanya malas berjalan jauh untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari. Toko kelontong Anda bisa menarik minat calon pembeli dari warga kompleks setempat.

Jika Anda harus menyewa tempat, pastikan lokasi strategis dan banyak dilalui orang. Misalnya dekat stasiun, taman, atau destinasi wisata.

  1. Mentarget calon pembeli

Setelah menetapkan lokasi, perkirakan calon pembeli seperti apa yang akan menghampiri toko kelontong Anda. Daya beli mereka bisa menjadi patokan seberapa besar profit margin yang bisa Anda tetapkan. Jangan sampai menjual barang dengan harga terlalu tinggi.

  1. Produk usaha kelontong yang sesuai

Contoh usaha toko kelontong dekat tempat wisata
Contoh usaha toko kelontong dekat tempat wisata

Dari perkiraan itu, Anda bisa membayangkan barang apa saja yang mereka butuhkan. Barang yang dijual di toko kelontong di kompleks perumahan pasti berbeda dengan barang di toko kelontong dekat destinasi wisata. Selain barang untuk dijual, Anda juga bisa menata toko kelontong sehingga tampil menarik. Tidak perlu tampil mewah, namun harus tampil rapi dan bersih. Toko dengan penerangan bagus juga akan menarik minat calon pembeli untuk datang, ketimbang toko yang lusuh dan berdebu.

  1. Mencari supplier

Setelah menetapkan barang-barang yang akan dibeli, Anda bisa mencari supplier atau vendor yang pas. Mungkin saja satu vendor tidak cukup. Anda bisa menetapkan vendor dengan harga termurah agar Anda bisa mendapat profit margin sebaik-baiknya. Setelah toko berjalan pun, Anda harus memantau produk apa yang disuka pelanggan, dan mencari supplier yang sesuai.

  1. Siapkan legalitas

Meskipun usaha toko kelontong termasuk usaha kecil, jangan lupakan legalitas. Anda bisa mengurus surat ijin yang diperlukan untuk usaha perseorangan seperti SIUP. Ada baiknya Anda mulai mempersiapkan Perjanjian Sewa Menyewa (jika Anda menyewa toko dari orang lain), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Kelengkapan legalitas usaha akan membuat jalannya usaha aman dan nyaman. Juga, Anda akan siap untuk pengembangan bekerja sama dengan pihak seperti bank, misalnya.

  1. Servis yang ramah

Yang membuat pembeli betah berbelanja di satu warung atau toko kelontong antara lain adalah servis yang ramah dari yang empunya toko. Jangan meremehkan sapaan seperti “selamat pagi” ketika seseorang memasuki toko Anda. Ketulusan Anda dalam melayani pembeli akan terpancar dan akan meninggalkan bekas di hati mereka. Kelak, mereka akan datang kembali saat memerlukan sesuatu dari toko Anda.

  1. Pencatatan keuangan yang tertib

Catat pengeluaran Anda dari hari pertama Anda menetapkan mulai usaha toko kelontong. Pencatatan keuangan yang tertib akan menghindarkan Anda dari kerugian. Simak artikel ini tentang serba-serbi pencatatan keuangan untuk toko kelontong.

 

Bisnis toko kelontong merupakan usaha kecil yang menjanjikan. Anda bisa membaca kisah Trimulyani, yang sukses berbisnis toko kelontong sejak 2011. Kini omset bulanan Trimulyani mencapai puluhan juta. Kalau Trimulyani bisa sukses, mengapa Anda tidak?