,

Analisa Usaha Kecilan di Rumah Keripik Tempe Terupdate

by -6 views
Foto tempe yang siap diolah untuk usaha kecilan di rumah Anda
Foto tempe yang siap diolah untuk usaha kecilan di rumah Anda

Tempe merupakan makanan yang banyak digemari berbagai kalanan masyarakat. Meskipun banyak produk asing yang membanjiri dunia kuliner Indonesia, tempe tetap menjadi makanan favorit. Harganya relative murah, mudah didapatkan, penuh kandungan gizi, dan mudah diolah. Ini merupakan satu peluang bagi usaha kecilan di rumah Anda.

Selain diolah menjadi lauk pauk, tempe juga populer dinikmati sebagai keripik. Pembuatan keripik tempe cukup mudah.  Saat ini keripik tempe bertebaran di mana-mana. Mulai dari produk rumahan, sampai produk dengan brand terkenal pun tersedia. Ini menandakan peminat keripik tempe selalu ada dan tidak pernah menyusut popularitasnya.

Tertarik untuk memulai usaha pengolahan keripik tempe? Simak analisa usaha keripik tempe di bawah ini untuk usaha kecil yang menjanjikan di rumah Anda.

Foto alat pengiris tempe untuk keripik
Foto alat pengiris tempe untuk keripik

Investasi pembelian peralatan usaha kecilan di rumah Anda

Untuk menghasilkan keripik tempe dengan bentuk yang bagus dan menarik, Anda perlu berinvestasi membeli mesin pengiris tempe. Mesin ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di toko atau di marketplace seperti Tokopedia. Meskipun usaha Anda masih berupa usaha kecilan di rumah, mesin pengiris tempe ini wajib untuk meningkatkan produksi keripik tempe setiap harinya.

Peralatan Harga (Rp)
Mesin pengiris tempe 4,000,000
Kompor dan tabung gas 500,000
Wajan 100,000
Sutil/Penggoreng 50,000
Saringan minyak 50,000
Wadah 40,000
Pisau 60,000
Serbet 20,000
Meja dan kursi 500,000
Peralatan tambahan 200,000
Jumlah investasi 5,520,000

 

Beaya operasional per bulan (variabel)

Variabel Beaya (Rp) Jumlah (Rp)
Tempe kedelai berkualitas 200,000 x 30 6,000,000
Tepung Beras 50,000 x 30 1,500,000
Tepung Terigu 50,000 x 30 1,500,000
Telur Ayam 30,000 x 30 900,000
Bawang putih 15,000 x 30 450,000
Rempah-rempah 15,000 x 30 450,000
Garam 1,000 x 30 30,000
Gula 10,000 x 30 300,000
Minyak Goreng 100,000 x 30 3,000,000
Kemasan plastik + stiker 2,000 x 1,200 2,400,000
Total Beaya Variabel 16,530,000

Perhitungan di atas cukup untuk memproduksi sekitar 2,000 bungkus keripik per bulan.

 

Beaya operasional per bulan (tetap)

Meskipun usaha Anda berupa usaha kecilan di rumah, Anda tetap harus memperhitungkan beaya penyusutan. Jika peralatan diperhitungkan tahan untuk 4 tahun (48 bulan), maka beaya penyusutan sebesar 1/48 x total investasi (Rp 5,520,000). Anda dapatkan beaya penyusutan sebesar Rp 115,000 per bulan.

 

Total beaya operasional per bulan

Total beaya operasional per bulan = beaya variabel + beaya tetap = Rp. 16,645,000

 

Pendapatan per bulan

Dari produksi 2,000 bungkus keripik tempe per bulan, dan dengan harga jual per kemasan Rp. 12,000,- pendapatan yang Anda dapatkan per bulan dari usaha kecilan di rumah dengan memproduksi keripik tempe akan menjadi 2,000 bungkus x Rp 12,000 = Rp. 24,000,000.

 

Keuntungan per bulan

Keuntungan = Total Pendapatan – Total Beaya Operasional = Rp. 7,455,000

 

Lama balik modal

Total investasi untuk pembelian peralatan Rp 5,520,000. Dengan keuntungan per bulan Rp. 7,455,000 maka kita bisa katakan cukup 1 bulan untuk balik modal dari usaha kecilan di rumah berupa pengolahan keripik tempe ini.

 

Tentu saja perhitungan di atas bisa Anda sesuaikan dengan modal yang Anda punya untuk memulai usaha kecilan di rumah Anda. Anda bisa mulai dari modal kecil, sambil memantapkan jaringan pemasaran Anda. Namun, paling tidak dengan perhitungan beaya di atas, Anda sudah punya gambaran seandainya kelak Anda ingin mengembangkan usaha keripik tempe Anda.

Anda perlu memperhitungkan persaingan bisnis keripik tempe ini. Memang terlihat banyak produsen keripik tempe, namun Anda tidak perlu menyerah karena peluang selalu ada.

Menangi kompetisi dengan meningkatkan kualitas produk. Selain itu, Anda bisa menjalankan berbagai strategi branding dan marketing.

Buat kemasan yang menarik dengan informasi lengkap seperti tanggal kadaluwarsa. Merek yang catchy atau terdengar menggelitik di telinga, bisa Anda terapkan bersama tagline yang asyik dan menggoda untuk membeli.

Saat usaha kecilan di rumah Anda mulai berkembang, urus perijinan ke BPOM dan P-IRT, sehingga bisa menambah kepercayaan konsumen akan produk Anda.

Gunakan berbagai media sosial untuk memperkencang promosi Anda. Anda juga bisa menitipkan produk Anda ke berbagai tempat seperti warung di sekitar, kantin sekolah, minimarket.

Untuk memantapkan pemasaran, buka peluang bagi para reseller atau dropshipper yang berminat menjual produk keripik tempe Anda. Dengan membuka jaringan reseller dan dropshipper, jangkauan pemasaran Anda bisa lebih luas dengan usaha lebih minim dan bisa Anda kendalikan dari rumah.