Belajar Bisnis Online Dari Kegagalan 3 Nama Usaha Ini

by -24 views
Cara Agar Usaha Lancar Dan Sukses Dengan Lean Startup

Belajar bisnis online bisa datang dari siapapun, termasuk dari para pelaku bisnis yang gagal. Beberapa merk seperti Mataharimall.com, Qlapa serta Belanja.com, menjadi contoh nama-nama usaha yang tidak bisa bersaing di ranah digital.

Tentu bisnis anda pun tidak ingin bernasib sama dengan mereka. Karena itu siapkanlah payung sebelum hujan, caranya dengan mencari berbagai persoalan yang beRpotensi menyebabkan gagal.

Belajar Bisnis Online Dari Kegagalan Perusahaan Ternama

Belajar Bisnis Online
Belajar Bisnis Online

Beberapa nama perusahaan yang telah disebutkan di atas menjadi contoh nyata bahwa berbisnis online diperlukan strategi dan juga persiapan. Karena itu kita akan bahas secara detail terkait mengapa mereka bisa bangkrut dan gagal di ranah digital.

1. Belajar Bisnis Online dari Mataharimall.com

Tentu kita semua mengenal perusahaan yang bernama Matahari. Di industri ritel Indonesia, department store yang satu ini memiliki cerita dan sejarah yang sangat panjang.

Puluhan tahun sudah Matahari menjual produknya secara offline, hingga kemudian pada tanggal 25 februari 2015 mereka meluncurkan platfom toko online yang diberi nama Mataharimall.com.

Di awal kemunculannya, Matahari Mall cukup terlihat menjanjikan. Hal itu karena memang dalam kurun 6 bulan mereka telah melayani ratusan ribu pelanggan dalam satu hari.

Bahkan tidak hanya itu, Lippo Group, yang merupakan induk perusahaan Matahari Mall telah menyiapkan dana yang fantastis untuk mengembangkan platform ini. Yaitu sebesar 6 triliun rupiah.

Akan tetapi sangat disayangkan, cerita Matahari Mall ini berakhir dengan tidak sempurna. 3 tahun selanjutnya, yaitu pada tahun 2018, Mataharimall.com ditutup secara resmi dan akhirnya digabungkan dengan Matahari.com.

Apa yang menjadi penyebab kegagalan dari Mataharimall.com? Mochtar riady, selaku pendiri Grup Lippo, menjelaskan mengapa Matahari mall dapat jatuh dan gagal. Salah satu alasannya adalah karena Matahari mall gagal untuk memposisikan bisnis mereka.

Mataharimall.com tidak memfokuskan segmentasi pasar. Apakah ingin membangun pasar yaitu online marketplace, atau ingin membuka toko di internet sebagai online retail.

Mataharimall.com lupa mencari posisi dimana mereka akan fokus. Bukan hanya terlalu fokus terhadap pengembangan platform.

2. Belajar Bisnis Online dari Platform Qlapa

Pada tahun 2015 berdiri sebuah startup yang bernama Qlapa. Platform 1 ini merupakan marketplace yang menjual aneka kerajinan tangan khas dari Indonesia.

Platform ini tidak hanya menjual aneka produk, tetapi juga turut andil di dalam memperluas pasar pengrajin di nusantara. Oleh sebab itulah banyak orang yang mengagumi pelatum Qlapa.

Tidak sedikit pencapaian yang telah diperoleh oleh Qlapa. Di tahun 2017, mereka memperoleh pendanaan Serie A yang berasal dari Aavishkaar, yaitu perusahaan dari India yang fokus terhadap pendanaan.

Selain itu juga, Google Play pernah menghadiahi platform Qlapa sebagai salah satu aplikasi “hidden gams”.
Akan tetapi cerita manis dari aplikasi Qlapa ini berakhir di tahun 2019. Di mana mereka berhenti beroperasi.

Manajemen Qlapa mengakui bahwa mereka tidak dapat menjadikan platform ini sebagai bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Ada banyak spekulasi yang menjadi alasan mengapa mereka menutup operasi. Salah satu alasan yang paling terkenal adalah, mereka tidak mampu bersaing dengan Bukalapak dan Tokopedia.

Hal itu wajar karena memang Qlapa hanya fokus terhadap produk kerajinan. Sedangkan, produk kerajinan tersebut juga tersedia di berbagai macam marketplace.

3. Belajar Bisnis Online dari Blanja.com

Kita mungkin tidak begitu familiar dengan platform Blanja.com. Hal itu wajar sebab marketplace satu ini kalah jauh dibanding kompetitornya seperti Shopee, Bukalapak dan Tokopedia.

Padahal jika kita melihat lebih dalam, e-commerce satu ini merupakan badan usaha milik negara. Bahkan di awal kemunculannya perusahaan yang berada di bawah telkom group ini memiliki masa depan yang prospektif.

Hal itu karena memang dari awal Blanja.com telah menggandeng eBay, yang merupakan platform e-commerce asal amerika serikat. Dengan cara ini, user Blanja.com dapat mencari dan membeli produk dari eBay tanpa perlu susah payah dengan ongkos kirim, prosedur bayar pajak dan juga bea cukai.

Akan tetapi, platform Blanja.com tidak dapat bersaing dengan marketplace lain. Sekedar perbandingan, Belanja.com hanya memiliki pengguna aktif 9.45.000 orang tahun 2020. Sedangkan pesaingnya yaitu Tokopedia, bahkan memperoleh user aktif hingga 90.000.000 orang per bulan. Tentu perbandingan yang luar biasa berbeda, bukan?

Hingga akhirnya, pada tahun 2020 telkom menutup secara resmi Blanja.com.

Penutup

Di atas kita telah membahas terkait beberapa kegagalan dari nama-nama besar perusahaan yang pernah mencoba mengekspansi pasar digital. Dari hal tersebut kita bisa belajar bisnis online untuk menghindari kegagalan terhadap bisnis yang kita bangun.

Semoga pembahasan ini bermanfaat dan baca juga artikel lain terkait 5 Bisnis Online Lewat HP yang Mudah Dilakukan