3 Tanda Jika Bisnis Startup Anda Harus Mengubah Rencana

by -3 views
Usaha yang Menjanjikan di Masa Depan
Usaha yang Menjanjikan di Masa Depan

Bisnis startup sekarang ini memang banyak bermunculan dengan hadirnya perusahaan-perusahaan besar yang mengawali bisnis dari sini. Akan tetapi sebagai pemilik perusahaan startup tentunya Anda harus dapat mencermati situasi dan keadaan.

Pastinya akan ada batu sandung di jalan yang anda lalui. Bahkan tidak jarang anda menemukan masalah besar sehingga harus mengubah rencana bisnis start-up anda.

3 Tanda Jika Bisnis Startup Harus Mengubah Rencana Bisnis

Beberapa tanda dibawah ini harus anda perhatikan agar bisnis start-up tidak merugi. Apa saja tanda tersebut? Berikut pembahasannya untuk Anda:

1. Berhentinya pertumbuhan bisnis startup

Bisnis Startup
Bisnis Startup

Dalam sebuah bisnis pastinya akan ada pertumbuhan seiring dengan berjalannya waktu. Dengan adanya pertumbuhan ini akan memberikan daya kepada perusahaan untuk terus berkembang serta meningkatkan kualitasnya.

Akan tetapi bagi para pelaku bisnis start-up, tidak semua waktu sesuai dengan rencana. Akan ada masa dimana bisnis start-up Anda harus menyesuaikan dengan keadaan karena sulit untuk bertahan dan konsisten.

Jika pertumbuhan bisnis startup terlihat melambat, atau bahkan stagnan, maka inilah waktunya untuk mengubah rencana bisnis ke arah berbeda. Anda tidak harus berhenti ataupun putus asa dengan keadaan.

Keputusannya berada di tangan Anda sendiri apakah ingin menghindari resiko dengan membubarkan startup atau mengelola resiko untuk dijadikan peluang yang menguntungkan.

Percayalah, selalu ada kemungkinan jika anda mampu mengubah struktur operasional, pelayanan serta penjualan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis start up.

Anda dapat menawarkan produk atau layanan baru kepada pelanggan jika rencana sebelumnya tidak sesuai dengan harapan. Berikanlah penawaran yang belum pernah ada sebelumnya, seperti potongan harga, belanjahemat, pengadaan diskon, dan lain sebagainya.

2. Kebutuhan Pelanggan Telah Berubah

Bisnis Startup
Perubahan Perilaku Konsumen

Tanda selanjutnya yang mengharuskan anda mengubah rencana bisnis start-up adalah kebutuhan pelanggan yang telah berganti dari sebelumnya. Jika sebelumnya Anda telah menentukan target pasar produk sertamenyediakan produk yang ingin dijual, namun hal itu dirasa kurang work, maka inilah waktunya untuk memikirkan rencana baru.

Untuk mengelola target pasar Anda dapat mengelompokkan pasar sasaran. Dalam hal bisnis, pengelompokan ini dapat diartikan sebagai segmentasi yang terdiri dari:

Demografis, pengelompokan target pasar berdasarkan usia, gender, pendapatan, jabatan, pendidikan dan lain-lain.

Psikografis mengelompokkan target pasar berdasarkan psikologi yaitu terkait kepribadian, gaya hidup, nilai dan semacamnya.

Behaviour, pengelompokan target pasar berdasarkan berdasarkan perilaku atau sifat seperti kebiasaan yang sering dilakukan.

Geografis, yaitu mengelompokkan target pasar berdasarkan lokasi misalnya berdasarkan kota, provinsi, wilayah dan lain sebagainya.

Dengan berjalannya waktu pada umumnya pelanggan mengalami perubahan perilaku. Sehingga kebutuhannya pun akan berubah menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Karena itu jika bisnis start-up anda terlihat tidak sesuai dengan keadaan, bisa jadi hal itu menandakan jika kebutuhan pelanggan telah berubah. Ubahlah rencana bisnis start-up agar anda dapat bertahan serta mengembangkannya.

3. Mulai merekrut full time freelance freelancer

Situs Freelance
Peluang Usaha

Tanda ke-3 inilah yang kadang sering diabaikan oleh pelaku bisnis start-up. Sebagaimana yang diketahui, jika semakin besar perusahaan maka akan semakin banyak pula pegawai yang dibutuhkan.

Sebenarnya ketika memilih pegawai hal itu tergantung dengan kebutuhan perusahaan yang bersangkutan. Anda dapat memilih pegawai full time, part time ataupun freelancer.

Namun perlu diketahui, jika anda adalah pelaku usaha yang banyak merekrut full time freelancer, ini merupakan tanda jika anda harus mengubah rencana bisnis.

Secara tidak sadar anda merasa tidak mampu untuk membayar pegawai tetap untuk melakukan pekerjaan fungsional tertentu. Caranya adalah dengan menggunakan jasa freelancer.

Memang freelancer dapat membantu anda menyelesaikan tugas-tugas khusus yang diberikan. Dengan bayaran yang sesuai sebenarnya freelancer dapat mengerjakan tugas dengan baik dan tuntas.

Akan tetapi permasalahannya adalah, freelancer tidak dapat berkembang bersama dengan perusahaan yang anda kelola. Sehingga setiap kali ada pekerjaan baru yang tidak dapat anda selesaikan, maka anda harus mencari freelancer. Karena memang, freelancer bukanlah bagian dari perusahaan anda

Para pekerja freelancer tidak dapat tumbuh serta belajar bersama bisnis startup.
Jika Anda terjebak dalam permasalahan ini, ada baiknya untuk mengerjakan pegawai full time staff dengan merekrut orang yang produktif atau membuat pondasi yang kuat untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis.

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang tiga tanda perusahaan atau bisnis startup harus merubah rencana. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan baca juga artikel lain terkait Pengertian Startup dan Bagaimana Perkembangannya di Indonesia?