, , ,

Buka Toko Kelontong di Rumah? Ini Cara Menghitung Modal Usahanya

by -9 views
Usaha toko kelontong

Toko kelontong menjadi salah satu jenis usaha kecil menjanjikan. Tak sedikit orang yang membuka bisnis satu ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Tak harus dilakukan dengan menyewa tempat yang mahal, kamu juga bisa membuka toko kelontongmu sendiri di rumah. Dengan memanfaatkan ruangan kosong yang bisa diakses orang dengan mudah, kamu bisa menyulapnya menjadi toko kelontong yang cukup lengkap.

Modal yang dibutuhkan pun tak terlalu besar. Karena jika kamu membukanya di rumah, sudah pasti kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk bayar uang sewa tempat. Kamu hanya perlu menyiapkan modal untuk membeli peralatan lain seperti meja, kursi, rak maupun etalase. Selain itu, kamu juga harus menyiapkan modal dana untuk menyiapkan stok barang yang akan dijual.

Nah, kira-kira berapa ya modal yang dibutuhkan seluruhnya untuk membuka toko kelontongmu di rumah? Yuk, simak artikel yang dijadikan oleh InfoBiznis berikut ini, ya!

Menghitung Modal Usaha Toko Kelontong

usaha toko kelontong
Foto: Pexels

1. Perhitungan modal awal usaha toko kelontong

Dalam toko kelontong sendiri biasanya menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Mulai dari makanan ringan, minuman, sabun, deterjen, shampo dan masih banyak lagi lainnya.

Nah, untuk menyiapkan stok barang dagangan tersebut kamu perlu mengeluarkan modal setidaknya Rp 5 jutaan. Nominal ini masih bisa membesar atau mengecil, tergantung dari berapa banyak jenis barang yang ingin kamu jual.

Tentunya semakin lengkap sebuah toko kelontong, akan semakin bagus juga citranya. Orang-orang mungkin akan beralih membeli apapun di tempatmu karena dirasa lebih lengkap dan cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan minimarket atau supermarket yang lain.

Selain persiapan stok barang dagangan, kamu juga perlu menyiapkan keperluan lain seperti rak, meja, kursi dan etalase penjualan. Semua itu bisa kamu dapatkan dengan menyiapkan modal sekitar Rp 3-5 jutaan.

2. Perhitungan biaya operasional

Biaya operasional sebuah toko kelontong mungkin tak begitu banyak seperti halnya bisnis atau usaha yang lain. Terlebih jika kamu mendirikan toko kelontongmu di rumah. Selain tak perlu menyewa tempat, kamu juga bisa lebih menghemat biaya listrik yang digunakan tokomu, lho. Karena listrik yang digunakan menyatu dengan rumah, tagihan listrikmu pun kemungkinan akan mengalami sedikit peningkatan. Perkiraan biaya listrik perbulannya sekitar Rp 500 ribuan.

Selain itu, kamu juga masih harus melakukan pemantauan pada stok barang yang habis dan laku terjual. Stok yang sudah menipis bisa segera kamu lakukan isi ulang atau re-stock untuk menghindari pelanggan yang kecewa karena kehabisan produk yang ia cari.

Untuk biaya re-stock barang ini pun beragam. Tergantung dari banyaknya barang dagangan yang harus kamu isi ulang. Namun, kamu bisa menyiapkan dana mulai dari Rp 1-2 jutaan.

3. Perkiraan pendapatan

Nah, setelah menghitung modal awal dan biaya operasional toko kelontongmu. Selanjutnya, mari kita perhitungkan juga berapa penghasilan yang bisa kamu dapatkan dalam sebulan.

Jika dihitung pemasukan dari tokomu adalah sekitar Rp 150-200 ribuan. Maka dalam sebulan (30 hari) kamu sudah bisa mendapatkan income sekitar Rp 4,5 hingga 6 jutaan. Jumlah ini masih bisa mengalami kenaikan jika tokomu ramai didatangi oleh orang-orang. Sebaliknya, risiko toko sepi memang tak bisa terelakkan. Namun dengan manajemen operasional usaha yang tepat, kamu bisa memaksimalkan keuntugan yang didapat.

Jangan lupa untuk mengelola keuangan usaha dengan tepat

Meski termasuk salah satu jenis usaha kecil yang menjanjikan bukan berarti kamu bisa menjalankan operasional toko kelontong dengan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Salah satu faktor yang menunjang kesuksesan sebuah bisnis atau usaha adalah manajemen keuangan di dalamnya. Bisnis yang baik seharusnya memiliki buku kas yang digunakan untuk pencatatan uang masuk, uang keluar, utang piutang sekaligus stok barang.

Kamu bisa mencatatnya secara manual atau dengan aplikasi digital yang sudah banyak tersebar. Dengan mencatat setiap transaksi masuk dan keluar serta stok barang secara rutin tersebut dapat membantumu dalam mengetahui kondisi keuangan bisnis sekaligus mencaritahu berapa keuntungan bersih yang kamu dapatkan.

Selain itu, pencatatan keuangan juga bisa berguna untuk meminimalisir risiko hilangnya stok barang tertentu.

Demikianlah artikel mengenai cara menghitung modal awal usaha toko kelontong yang bisa kamu jadikan patokan. Bisnis yang baik adalah yang diwujudkan dan tidak hanya sebatas ide atau angan-angan. Selamat mencoba!