,

Bisnis Jastip, Bisnis Yang Cocok Untuk Mahasiswa

by -3 views
Foto tukang belanja
Hobi belanja bisa jadi bisnis yang cocok untuk mahasiswa

Satu jasa yang trending tahun-tahun belakangan ini adalah jastip. Singkatan dari “jasa titip”. Kurang lebih seperti “personal shopper” alias asisten pribadi yang membantu kita belanja.  Usaha jastip ini bisa dimulai hanya dengan bermodal handphone saja. Menarik ‘kan? Apalagi jika kamu seorang mahasiswa yang suka belanja atau jalan-jalan. Jastip ini satu bisnis yang cocok untuk mahasiswa seperti kamu.

 

Mengapa jastip ini menarik?

Foto display topi di toko
Setiap menemukan barang yang menarik, foto dan upload siapa tahu ada yang mau jastip

Pastinya ada sebab musabab mengapa jastip tetap diminati, meskipun toko online semakin menjamur. Jastip tetap eksis sebagai usaha kecil menjanjikan, karena berbagai alasan seperti di bawah ini.

  • Pembeli bisa jadi tertarik menggunakan jastip yang kamu tawarkan karena mereka tidak bisa menemukan barang di kota mereka. Calon pelanggan kamu bisa berasal dari semua kota di Indonesia, lho. Bisa jadi, baju yang sudah keluar modelnya di mal Jakarta, belum tersedia di kota mereka.
  • Jaminan keaslian barang lebih meyakinkan. Meskipun sekarang sudah banyak toko online yang bisa diakses pembeli dari mana saja, jastip tetap lebih unggul karena keaslian barang terjamin. Kamu bisa merekam kegiatanmu saat membeli barang di toko tertentu, untuk meyakinkan pelanggan bahwa kamu benar-benar membeli barang tersebut di toko resminya. Ini penting terlebih untuk barang-barang seperti kosmetik.
  • Pembeli juga suka menggunakan jastip untuk menghemat tenaga dan waktu. Daripada menyisihkan waktu seharian untuk keliling mal, mereka bisa menggunakan jastip kamu yang kebetulan berada di mal tersebut. Saat pandemi coronavirus, banyak jastip ke pasar tradisional untuk membeli sayur mayur. Ini diminati karena pembeli tidak usah keluar rumah untuk berbelanja.

 

Bermacam jastip sebagai bisnis yang cocok untuk mahasiswa

Dari jangkauan wilayah jastip, kita bisa lihat ada 2 macam jastip:

  • Jastip lokal
    Kamu bisa menawarkan jastip untuk tempat-tempat perbelanjaan yang ada di sekitarmu. Bisa berupa shopping mall, atau pasar tradisional! Ya, jastip seperti sayur-sayuran banyak dibutuhkan di masa pandemic seperti sekarang ini, karena kebanyakan orang memilih untuk #tetapdirumah atau #stayathome.
  • Jastip luar negeri
    Jelas, jastip ini bisa kamu tawarkan saat kamu bepergian ke luar negeri. Kamu musti hati-hati lho, jangan sampai barang titipanmu kena bea cukai berlebih saat kamu pulang ke Indonesia. Kamu juga harus paham aturan bea cukai, barang apa saja yang bisa masuk ke Indonesia dan batasan jumlah serta total harganya.

Jastip juga bisa dibedakan menjadi jastip reguler dan jastip spesial event.

  • Jastip reguler, berarti kamu membuka jastip kapan saja, misalnya saat berada di mal atau pusat pertokoan lain. Sepulang dari kuliah, kamu bisa memanfaatkan waktu ke pusat pertokoan sambil membuka layanan jastip. Bisnis sampingan mahasiswa ini bisa membuat waktumu lebih berharga dan berguna.
  • Jastip spesial event, bisa kamu tawarkan jika ada event tertentu sedang berlangsung. Yang populer misalnya pameran buku terbesar di Indonesia, Big Bad Wolf (BBW). Para pembeli yang berada di luar Jakarta atau Bandung tempat event BBW berlangsung, bisa titip beli menggunakan layanan jastip kamu.

 

Tumpukan buku di toko
Hobi ke toko buku? Buka jasa jastip buku

Mendapatkan keuntungan dari jastip

Dari mana kamu mendapatkan keuntungan? Kamu bisa menerapkan jastip fee, misalnya Rp. 15.000 per item barang. Apabila barang yang diminta cukup sulit dicari, kamu bisa menerapkan fee lebih besar.

Terbuka kemungkinan besar jastip ini tidak memerlukan modal sama sekali, kecuali handphone dan kuota internet. Ya, kamu bisa menerapkan aturan bahwa kamu belanja setelah uang ditransfer oleh calon pembeli dan uang benar-benar sudah diterima di rekening kamu. Benar-benar bisnis yang cocok untuk mahasiswa, bukan?

Karena itu, pastikan kamu memiliki internet banking atau m-banking. Sungguh repot ‘kan, jika kamu harus lari-lari ke ATM hanya untuk mengecek transferan sudah masuk atau belum.

 

Bagaimana cara kerja dan cara memasarkan jastip?

Strategi paling ampuh adalah dengan menggunakan media sosial. Bangun akun media sosial kamu sehingga punya follower tinggi. Lebih baik lagi jika follower kamu punya hobi belanja.

Buat aturan yang jelas tentang layanan jastip kamu. Misalnya: pembelian baru dilakukan jika uang sudah ditransfer dan mendarat dengan selamat di rekening bank kamu. Cantumkan juga mengenai ongkos kirim, apakah ditanggung oleh pembeli atau sudah termasuk dalam jastip fee kamu.

Posting secara reguler tentang kegiatan kamu. Setiap saat berada di mall atau pusat pertokoan, umumkan bahwa kamu menerima jastip. Tentu, kamu perlu mencantumkan sampai jam berapa kamu berada di mal tersebut.

Upload foto-foto barang yang menarik yang kamu temui selama kamu beredar di mal. Siapa tahu, ada yang membutuhkan barang itu dan butuh cepat.

Sebagai penyedia jastip, kamu wajib menjaga kepercayaan pembeli. Jangan sampai melakukan praktik hit and run alias menghilang setelah uang ditransfer calon pembeli. Kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis jastip.

 

Menyenangkan ya? Buat kamu yang hobi belanja dan hobi traveling, kamu bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Banyak ibu rumah tangga yang membuka layanan jastip dengan omset puluhan juta rupiah per bulan. Masih perlu ide usaha lain? Simak tulisan ini tentang usaha yang pas buat mahasiswa seperti kamu.