,

Memulai Bisnis dengan Lean Startup, Ini Keuntungan dan Contohnya

by -34 views
Memulai Bisnis dengan Lean Startup, Ini Keuntungan dan Contoh Bisnisnya
Memulai Bisnis dengan Lean Startup, Ini Keuntungan dan Contoh Bisnisnya

Di artikel sebelumnya kita telah membahas banyak hal terkait 5 prinsip metode laen startup, silahkan terlebih dahulu membabcanya disini. Memulai bisnis dengan lean startup menjadi sangat penting jika kita ingin menghadirkan produk yang dicari banyak orang.

Secara singkat kita dapat mengartikan metode lean startup merupakan proses dalam menghadirkan produk dengan melibatkan konsumen di dalam pengembangannya.

Dengan cara demikian tentu produk yang dihasilakan akan sesuai dengan harapan konsumen. Lalu apa saja keuntungan dari penggunaan metode lean startup di dalam berbisnis? Simak ulasannya di bawah ini hingga selesai:

Keuntungan Memulai Bisnis dengan Lean Startup

Memulai Bisnis dengan Lean Startup, Ini Keuntungan dan Contoh Bisnisnya
Memulai Bisnis dengan Lean Startup, Ini Keuntungan dan Contoh Bisnisnya

1. Proses Produksi Lebih Efisien

Metode lean startup ini merekomendasikan penggunaan prototype atau MVP dalam melakukan proses produksinya. Hal ini membuat proses lebih efisien, baik dari segi biaya maupun tenaga. Semakin cepat produk dibuat dan diujicobakan kepada konsumen, semakin cepat pula pengembangan produk yang lebih baik dapat dilakukan.

2. Produk yang Disukai Konsumen

Metode lean startup memungkinkan Anda menciptakan produk terbaik untuk konsumen. Apalagi dengan pengembangan produk yang berasal dari pengguna langsung, akurasi informasinya tentu lebih baik. Mulai dari fitur yang diinginkan hingga manfaat lain yang perlu ditambahkan, Anda sudah menerapkannya

Jadi, pada saat peluncuran produk, Anda menjual kepada orang-orang yang telah menunggu produk tersebut. Pada akhirnya, target penjualan Anda tentu akan lebih mudah dicapai.

3. Risiko Kegagalan Minimal

Saat menjalankan bisnis dengan metode lean startup, risiko kegagalan Anda lebih kecil. Produk yang dibuat cenderung mudah dijual di pasaran. Pasalnya, setiap pengembangan produk dilakukan berdasarkan masukan langsung konsumen. Sehingga hasil produk akan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Selain itu, investasi yang Anda lakukan pun jauh lebih minim karena pembuatan produk dilakukan secara bertahap dengan membuat MVP terlebih dahulu. Padahal, jika nanti Anda perlu berporos dengan mengubah bisnis Anda, risiko kerugiannya minimal.

4. Berlaku di Semua Jenis Usaha

Anda dapat menggunakan metode lean startup untuk semua jenis bisnis yang Anda jalankan. Mulai dari bisnis produk seperti menjual kerajinan tangan hingga bisnis jasa seperti jasa penulisan artikel. Semua prinsip lean startup dapat diterapkan. Sebab, fokus dari metode ini adalah menjaga kepuasan pelanggan dengan produk terbaik yang dapat dikembangkan dengan risiko minimal.

Contoh Sukses Memulai Bisnis dengan Lean Startup

Memulai Bisnis dengan Lean Startup, Ini Keuntungan dan Contoh Bisnisnya
Memulai Bisnis dengan Lean Startup, Ini Keuntungan dan Contoh Bisnisnya

Ada banyak contoh sukses bisnis yang menerapkan metodologi lean startup. Berikut beberapa contoh nama besar tersebut:

1. Slack

Siapa sangka pengembangan aplikasi chat populer Slack dimulai dengan game multiplayer online bernama Glitch?

Itulah yang terjadi. Pada tahun 2012, iPhone dan Android menjadi semakin populer, sedangkan Glitch yang merupakan game berbasis web yang ada di Flash dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen. Jadi, pengembangan Glitch dihentikan.

Namun, karena Glitch memiliki kekuatan untuk menampilkan komunikasi antar pemain, inilah yang kemudian dikembangkan oleh Tiny Speck untuk membangun Slack. Pengembangan produk yang dilakukan cukup berhasil dengan menggunakan metode lean startup ini. Bahkan, hingga tahun lalu saja, pengguna Slack bisa mencapai 12 juta orang per hari.

2. Zappos.com

Zappos adalah usaha retail sepatu online ternama dan telah sukses yang juga menerapkan metode lean startup. Nick Swinmurn, pendiri Zappos, awalnya tidak tahu apakah konsumen suka berbelanja sepatu secara online. Untuk mengujinya, Nick memposting produk sepatu secara online di situsnya untuk mengetahui permintaan pasar.

Alhasil, ternyata respon konsumen cukup positif. Setelah mengetahui dengan jelas permintaan pasar, Nick mulai mengembangkan situs web dan produk secara online.

Dengan mengetahui bagaimana permintaan pasar terhadap produk tersebut, Zappos kini telah berhasil tumbuh menjadi bisnis yang menghasilkan keuntungan miliaran dolar.

3. Dropbox

Dropbox adalah layanan transfer file bisnis terkenal yang menggunakan metode startup ramping. Bahkan langkah Dropbox memperkenalkan layanannya cukup menarik.

Awalnya, Dropbox meluncurkan demo video sederhana tentang cara berbagi file menggunakan Dropbox. Video tersebut ternyata cukup menarik perhatian dan hanya dalam satu hari sudah 75.000 orang terbuka untuk menguji produk MVP.

Kemudian dari berbagai masukan yang diterima, tim Dropbox menganalisis kebutuhan konsumen dan mengembangkan produk sesuai permintaan tersebut.

Pelan tapi pasti, kini Dropbox menjadi layanan transfer file yang paling banyak digunakan dengan 14 juta pengguna.

Penutup

Demikian pembahasan kita terkait metode lean startup di dalam memulai bisnis untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan banyak orang. Semoga bermanfaat dan silahkan share kepada teman atau keluarga anda. Terima kasih!