, ,

Mengenal Istilah yang Ada Dalam Bisnis Waralaba

by -10 views
Usaha Franchise

Bisnis waralaba menjadi salah satu yang paling populer di beberapa tahun belakangan ini. Tak heran jika kemudian banyak bisnis atau usaha yang mulai membuka peluang franchise atau waralabanya secara terbuka.

Dengan bisnis ini, kamu hanya perlu mengeluarkan modal yang ditentukan dan seluruh kebutuhan operasional usaha akan disuplai oleh pihak penyedia waralaba atau cabang pusat. Selain modal, kamu mungkin juga harus menyediakan lokasi atau tempat yang strategis untuk membuka bisnis waralaba tersebut.

Ada begitu banyak pilihan waralaba atau bisnis franchise yang bisa kamu jadikan pilihan. Mulai dari waralaba produk makanan, minuman hingga jasa seperti laundry atau bengkel mobil. Nah, kamu tinggal menyesuaikan dengan budget yang dimiliki serta preferensimu dalam berbisnis.

Selain itu, dalam dunia bisnis franchise atau waralaba ini, terdapat beberapa istilah yang jarang diketahui oleh banyak orang. Ibarat peribahasa, tak kenal maka tak sayang, sebelum terjun menyelam ke dalam bisnis ini ada baiknya kamu mengenali istilah-istilah yang sering digunakan. Apa saja itu? Yuk, simak artikel ini lebih lengkap!

Istilah-istilah yang Ada Dalam Bisnis Waralaba

Bisnis waralaba
Foto: Simply Group

1. Franchisor

Istilah franchisor digunakan untuk menyebut pihak yang menyediakan atau membuka peluang waralaba pada khalayak. Franchisor juga sering disebut sebagai pihak pewaralaba.

Pihak inilah yang nantinya akan memberikan izin pada pihak ketiga untuk meggunakan segala kekayaan intelektual dari bisnisnya. Misalnya, kamu ingin membuka bisnis waralaba makanan atau minuman.

Dengan membayar sejumlah modal yang disepakati di awal, kamu bisa menggunakan merek dagang dan mendapatkan legalitas usaha dari cabang pusat. Dengan demikian kamu tidak perlu takut dikenai sanksi atau digugat secara hukum karena menggunakan nama brand orang lain.

2. Franchisee

Istilah selanjutnya yang perlu kamu ketahui adalah franchisee. Berkebalikan dengan franchisor, franchisee merupakan pihak ketiga yang membeli waralaba dan mendapatkan hak untuk membuka bisnis dengan berada di bawah naungan bisnis franchisor.

Franchisee inilah yang nantinya harus mengeluarkan modal untuk membeli hak kekayaan intelektual dari cabang utama bisnis waralabanya.

3. Franchise agreement

Dalam setiap aktivitas kemitraan pada bisnis, selalu ada perjanjian yang harus disepakati oleh kedua belah pihak. Nah, perjanjian ini seluruhnya tertulis dalam franchise agreement.

Jika kamu berperan sebagai seorang franchisee atau penerima waralaba, maka setiap detail perjanjian yang tercantum dalam franchise agreement ini harus kamu pahami secara menyeluruh.

Franchise agreement biasanya berisi tentang jangka waktu kontrak yang berlaku, teritorial atau wilayah penggunaan brand milik franchisor, hak dan kewajiban, penggunaan hak kekayaan intelektual, biaya-biaya yang dibutuhkan, dukungan atau support dari franchisor, batasan-batasan tertentu yang tak boleh dilanggar dan terakhir biasanya juga mengatur soal pemutusan kerja sama atau exit strategy.

Semua perjanjian tersebut harus disepakati kedua belah pihak dan menguntungkan keduanya tanpa harus ada yang merasa dirugikan.

4. Franchise fee

Dalam memulai bisnis waralaba ada modal awal yang harus kamu persiapkan. Nah, modal ini sering disebut sebagai franchise fee .

Franchise fee adalah sejumlah uang yang harus kamu setorkan pada pihak franchisor untuk mendapatkan izin kekayaan intelektual dari brand-nya sekaligus biaya untuk mendapatkan semua peralatan yang dibutuhkan dalam operasional usaha waralabamu nanti.

Dengan arti kata lain, selain mendapatkan izin untuk memasarkan produk serta menggunakan nama brand-nya, kamu juga akan diberikan modal awal berupa peralatan serta bermacam-macam bahan baku.

Contoh saja jika kamu membeli franchise makanan, maka kamu akan diberikan peralatan memasak, bahan baku mentahan serta juga akan mendapatkan support atau bimbingan dari pihak franchisor atau cabang pusat.

Untuk besaran nominal franchise fee ini, tergantung dari setiap syarat dan ketentuan masing-masing waralaba.

5. Royalty fee

Jika franchise fee merupakan modal awal yang harus dikeluarkan sebelum bisnis waralabamu beroperasi. Maka royalty fee adalah biaya yang harus kamu keluarkan setelah bisnismu tersebut mulai berjalan.

Biaya ini harus dibayarkan secara rutin selama kontrak berlaku. Dianggap sebagai biaya kerja sama antar kedua belah pihak atau dengan kata lain biaya ini adalah biaya bagi hasil dari penjualan. Lagi-lagi besaran nominal royalty fee tergantung dari perjanjian yang sudah diberlakukan di awal.

Meski demikian, ada juga kok franchise yang membuka kerja sama tanpa harus bagi hasil. Sehingga, keuntungan yang didapat adalah sepenuhnya milikmu.

Nah, itulah tadi beberapa istilah yang sering digunakan dalam bisnis franchise atau waralaba. Buat kamu yang tertarik untuk memulai usaha dari waralaba ini, ada beberapa pilihan franchise yang bisa kamu jadikan opsi pada artikel 21 Pilihan Waralaba Makanan Indonesia.

Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai ide maupun tips bisnis yang lain. Jangan lupa untuk terus pantengin situs InfoBiznis, ya.