, , ,

Pencatatan Keuangan untuk Usaha Toko Kelontong

by -51 views
usaha toko kelontong

Dalam menjalankan sebuah usaha, penting untuk selalu memantau kondisi keuangan bisnis sekaligus menjaga arus kasnya. Hal ini dilakukan demi membuat usahamu terus berkembang dan pastinya menghindari kerugian.

Tak hanya bisnis atau usaha dalam skala besar saja yang memerlukan evaluasi keuangan dalam setiap periode. Usaha kecil yang menjanjikan seperti toko kelontong pun juga memerlukannya.

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan membuat pembukuan atau pencatatan keuangan sederhana bagi usaha toko kelontongmu. Pembukuan ini nantinya bertujuan untuk mengetahui kinerja bisnismu, apakah sudah menghasilkan keuntungan atau malah sebaliknya?

Selain itu, pencatatan keuangan dalam usaha juga diperlukan untuk landasan dasar dalam pengambilan keputusan. Contoh saja, jika kamu ingin membuka cabang baru, maka harus tahu terlebih dahulu mengenai berapa besarnya keuntungan yang kamu dapatkan dan pastinya juga harus memperhatikan kondisi keuangan bisnismu saat ini.

Tanpa adanya pencatatan keuangan ini, usaha yang kamu jalankan bisa saja mengalami kerugian tak terlihat. Terlebih dalam sebuah toko kelontong, dapat ditemui banyak stok barang yang rentan hilang jika tidak dipantau secara berkala.

Nah, maka dari itu pembukuan atau pencatatan keuangan ini memiliki peranan yang cukup penting dalam sebuah perjalanan bisnis. Jika kamu belum memiliki pembukuan untuk usaha toko kelontongmu, berikut beberapa tips cara membuatnya.

Membuat Pencatatan Keuangan untuk Usaha Toko Kelontong

usaha toko kelontong
Foto: PxHere

1. Siapkan buku kas khusus untuk pengeluaran

Hal pertama yang harus kamu persiapkan adalah buku kas pengeluaran. Buku kas ini nantinya digunakan untuk mencatat setiap transaksi keluar dalam sebuah bisnis. Misalnya, dalam bisnis toko kelontong sendiri, pengeluaran yang biasanya terjadi berupa modal awal untuk membeli stok barang hingga biaya operasional seperti gaji karyawan dan listrik.

Setiap transaksi keluar ini harus dicatat dengan teliti. Lalu, pastikan kamu tidak melewatkan satu pun pencatatan transaksi meskipun itu hanya bernominal kecil atau receh. Lewat pencatatan pengeluaran ini, kamu bisa mengetahui total modal yang harus kamu keluarkan dalam satu periode bisnis.

2. Menyiapkan buku kas untuk mencatat pemasukan

Di mana ada pengeluaran, tentu harus ada pemasukan yang didapat. Nah, dalam bisnis toko kelontong sendiri, kamu bisa mendapatkan pemasukan dari hasil penjualan produk.

Sama halnya saat mencatat pengeluaran, kamu juga harus teliti dalam mencatat seluruh pemasukan yang terjadi dalam setiap harinya. Pencatatan pemasukan ini juga bisa membantumu dalam memantau stok barang, lho.

Contoh saja ketika ada seorang customer yang membeli minuman A. Artinya, terdapat pengurangan data pada stok barangnya. Nah, kamu juga akan lebih terbantu dengan pencatatan pemasukan ini agar bisa melakukan re-stock sebelum produk tersebut habis terjual.

3. Mencatat stok barang

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, stok barang juga mengambil peranan penting dalam bisnis toko kelontong. Kamu harus secara rutin melakukan stock opname agar barang-barang yang stoknya sudah menipis bisa kamu lakukan re-stock.

Tidak hanya barang keluar saja yang harus kamu catat, ya. Kamu juga harus mencatat stok yang masuk setiap saat.

Pencatatan stok barang ini juga berguna untuk menghindari aksi kecurangan yang dilakukan entah oleh karyawan atau pun pihak supplier. Dengan demikian, kamu sudah membuat langkah tepat dalam meminimalisir risiko terjadinya kerugian dalam bisnis toko kelontongmu.

4. Jangan lupa buat buku kas laba rugi

Jika pencatatan pengeluaran serta pemasukanmu sudah dilakukan dengan seksama. Maka selanjutnya, kamu bisa membuat buku kas khusus untuk menghitung laba rugi yang kamu alami dalam bisnis.

Tidak sulit untuk mencatat laba rugi dalam usaha toko kelontong. Kamu hanya perlu mencatat seluruh pemasukan yang dari hasil penjualan serta beban operasional usahamu dalam satu periode tertentu.

Nah, dari buku ini juga kamu bisa mengetahui berapa besar keuntunganmu atau kerugian yang didapatkan. Selanjutnya, kamu bisa mengambil keputusan yang tepat untuk terus mengembangkan bisnismu.

5. Buatlah buku catatan inventaris barang

Agak berbeda dari yang sebelumnya, buku inventaris barang berguna untuk mencatat setiap aset atau barang yang dimiliki oleh sebuah bisnis atau usaha. Misalnya, dalam toko kelontongmu kamu memiliki satu komputer, satu printer, satu scanner, lemari pendingin dan masih banyak lagi contoh yang lain. Ini berguna untuk mengetahui jumlah aset atau kekayaan yang dimiliki oleh sebuah usaha.

Nah, itulah tadi beberapa tips membuat pencatatan keuangan untuk bisnis atau usaha toko kelontong. Dengan mengikuti semua saran di atas, harapannya kamu akan lebih mudah dalam melakukan pemantauan serta membuat laporan keuangan bisnismu tiap periodenya.

Meski pencatatan keuangan terdengar sepele, namun sebenarnya hal ini sangat penting dan dapat mempengaruhi kualitas kinerja bisnismu. Tak sedikit bisnis atau usaha kecil yang harus bangkrut karena tidak memiliki pembukuan keuangan yang rapi dan tertata. Kamu pasti tidak ingin mengalami hal serupa, kan? So, tunggu apa lagi? Yuk, mulai catat pengeluaran dan pemasukan dalam bisnismu sekarang juga!

Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman dan keluarga dekatmu. Agar mereka juga tahu cara membuat pencatatan keuangan untuk sebuah usaha. Selain itu, pastikan kamu terus mengikuti informasi dari InfoBiznis, ya. Karena akan ada banyak tips serta ide bisnis yang bisa kamu terapkan.