, ,

Pengusaha Muda Sukses Berbisnis Sambal Ini Ada Yang Memulai Usaha Dengan Rp. 50.000 Saja

by -9 views
Sambal kemasan bisa membuatmu jadi pengusaha muda sukses
Sambal kemasan bisa membuatmu jadi pengusaha muda sukses

Usaha sambal kemasan merupakan salah satu usaha modal kecil dengan potensi untung berlipat-lipat. Bisa dipahami, sambal merupakan salah satu teman makan yang banyak disukai oleh orang Indonesia. Permintaan yang tinggi akan sambal membuat para pengusaha muda tidak segan berkecimpung dalam bisnis sambal kemasan.

Kamu bisa mulai bisnis sambal kemasan di rumah. Jangan segan untuk bereksperimen untuk menemukan rasa yang pas sebelum melansirnya ke pasaran. Teman-teman dan tetangga bisa menjadi sasaran percobaan kamu. Bagikan sambal gratis pada mereka dan minta mereka memberikan feedback.

Setelah memiliki produk yang mantap, kamu bisa meluncurkan produkmu lewat media sosial maupun marketplace. Buat promosi yang menarik dengan foto-foto professional seputar sambal.

Meskipun persaingan ketat ada dalam dunia usaha sambal kemasan ini, jangan pantang mundur. Kamu bisa mengikuti perjalanan lima pengusaha muda di bawah ini. Jadikan sebagai inspirasi untuk kesuksesanmu sendiri.

Bahan baku sambal
Ciptakan rasa sambal yang khas agar kamu bisa sukses dalam usaha sambal kemasan

 

5 pengusaha muda sukses dengan sambal kemasan

 

  1. Charles Wijaya, pengusaha muda dari Medan

Charles Wijaya telah merintis usahanya sejak 2014. Pengusaha muda berusia 25 tahun ini sekarang mengenyam kesuksesan dengan melayani pemesanan dari seluruh Indonesia hingga dari luar negeri. Produk andalannya adalah sambal teri kacang. Berada di Medan yang terkenal dengan teri kacangnya, Charles Wijaya meluncurkan merek Sartika yang punya rasa seperti sambal rumahan. Ukurannya pun hanya satu macam yaitu 200 gram, dengan tujuan agar lebih mudah dibawah. Modal yang dia keluarkan? Modal awal sebesar Rp. 200.000 saja!

  1. Muhammad Yamin Rachman, pengusaha muda dari Papua

Dari Indonesia Timur, kita tengok sosok pengusaha muda sukses bernama Muhammad Yamin Rachman. Melihat potensi daerah Papua yang kaya dengan ikan tuna, Yamin meluncurkan produk sambal tuna. Sambal BaBa kini memiliki 9 varian sambal dan menemubus produksi hingga 2.000 sampai 3.000 botol per bulan.

  1. Lina S Rahmania, resign dari kantor untuk bisnis sambal

Saat Lina mulai usaha rumah makan bebek di tahun 2010, banyak pelanggan yang meminta untuk membeli sambal buatannya. Lina memanfaatkan fakta tersebut dan di tahun 2015, dia meluncurkan sambal kemasan dengan merek “Sambal Hj. Lina”. Sertifikat halal pun telah dikantonginya, untuk menambah kepercayaan pelanggan. Kini omset Lina mencapai 20-30 juta per bulan.

  1. Iin Agustin Rahman, produk sampingan laku di pasaran

Iin masih menjadi seorang pegawai kantoran saat merintis usaha sambal olahan. Dia membagi-bagikan sambal buatan ke teman kantor dan tetangga secara gratis. Respon yang masuk membuat Iin memantapkan hati untuk keluar dari pekerjaan dan fokus menjadi pengusaha muda. Ia menjalankan bisnis sambal sejak tahun 2015. Dengan merek Chili Chila, sekarang produksi per bulan mencapai lebih dari 10 ribu botol dengan 11 varian rasa.

  1. Putri Ambarani, modal awal Rp. 50.000 saja

Putri Ambarani memulai usaha sambal kemasan dengan modal Rp 50.000 untuk membeli cabang dan bawang untuk menghasilkan 16 bungkus sambal @ 60 gram. Ia menawarkan sambal kreasinya itu pada teman-teman. Respon yang ia dapatkan bagus. Dengan mengusung merk “Sambal Jebred”, akhirnya Putri mengembangkan usaha sambal kemasan itu. Tahun 2019, usaha Putri mencapai omzet 30 juta rupiah per bulan dengan 2 karyawan.

 

Selain membutuhkan modal kecil untuk memula, bisnis sambal kemasan juga merupakan usaha yang bisa dilakukan di rumah. Kamu bisa melakukan survey kecil-kecilan di marketplace untuk mencari tahu sambal apa yang populer di pasaran. Ikuti selera pasar sambil menyiapkan rasa sambal yang khas sehingga pembeli akan selalu datang kembali padamu.

Salah satu yang perlu kamu cermati adalah harga cabai yang fluktuatif atau berubah-ubah mengikuti musim panen. Di tahun 2019 misalnya, dikutip dari situs PIHPS Nasional, harga cabai rawit paling murah tercatat pada Maret 2019 senilai Rp. 26.900 per kg, sedangkan paling mahal di bulan Agustus 2019 senilai Rp 79.950 per kg.

Tidak ada kesuksesan yang bersifat instan. Tapi jika tidak dimulai, kesuksesan tidak akan pernah ada di tangan kamu. Tidak perlu ragu untuk memulai usaha sesuai dengan minat dan kesukaanmu. Bahkan sampah dan limbah pun bisa menjadi sumber kesuksesan, seperti yang bisa kamu baca di tulisan ini tentang profil pengusaha muda sukses dari daur ulang minyak jelantah.