,

Usaha Untuk Mahasiswa Gaul Seperti Kamu, Cukup 9 Langkah Jadi Podcaster

by -6 views
Ilustrasi rekaman podcast di rumah
Ilustrasi rekaman podcast di rumah

Apabila kamu menganggap ide podcast menarik setelah membaca artikel tentang podcast ini, kini saatnya mengambil langkah untuk menjadi seorang podcaster. Memulai podcast sebagai usaha untuk mahasiswa seperti kamu tidak sulit, tapi pastinya ada beberapa langkah yang perlu kamu jalani.

Langsung saja kita runut satu per satu, yuk!

Foto microphone alat usaha untuk mahasiswa jadi podcaster
Peralatan podcaster itu sederhana, pas sebagai pilihan usaha untuk mahasiswa sepertimu

 

1. Memilih topik podcast

Sebelum memulai merekam, mantapkan dulu konsep kamu tentang podcast yang ingin kamu luncurkan. Apa topik yang akan kamu bahas? Berfokus pada satu topik akan jauh lebih baik daripada membahas topik apa aja. Pilih topik yang kamu kuasai dan tunjukkan dirimu sebagai seorang expert atau ahlinya ahli mengenai topik tersebut. Topik tidak harus yang berat dicerna. Semisal kamu gemar cerita horor, misalnya, kamu bisa mengangkat topik cerita seram seputar perhantuan.

Agar kamu ingin podcast berjalan lancar dan kontinyu, coba tulis terlebih dulu rencana bahasan 25 episode yang akan kamu rekam. Kalau daftar ini sudah tersusun, itu artinya kamu benar-benar siap untuk mengangkat topik tersebut. Apabila kamu buntu, coba lagi di lain hari atau mungkin ganti topik yang lebih kamu kuasai.

 

2. Tentukan nama dan deskripsi podcast yang menarik

Nama podcast kamu sangat penting karena itulah yang akan dilihat orang pertama kali. Sebelum mereka memutuskan mendengar podcast kamu, apalagi jika podcast kamu baru meluncur, mereka akan melihat siapa podcaster ini dan apa yang bisa mereka dapatkan jika mendengar podcast kamu. Nama sebaiknya mencerminkan topik podcast dan boleh juga ditambah embel-embel nama kamu atau tim kamu. Misalnya: Dunia Mahasiswa bersama Tim Angkringan Cihuy.

Deskripsi juga sama pentingnya. Tuliskan poin penting tentang manfaat orang mendengarkan podcast kamu. Orang pasti tidak mau membuang-buang waktu untuk menerka-nerka apa isi podcastmu.

 

3. Format podcast

Setelah menentukan topik, nama dan deskripsi, jangan tergesa-gesa untuk merekam. Tentukan dulu format podcast kamu. Apakah kamu akan melakukan solo show alias ngomong sendirian sepanjang rekaman? Atau kamu akan mengundang bintang tamu untuk kamu interview? Atau kamu akan merekam podcast bersama-sama gank kamu? See, menjadi podcaster bisa menjadi bisnis untuk mahasiswa gaul sepertimu

Tentukan juga seberapa lama rencana podcast kamu. Dua puluh menit, atau satu jam? Tergantung pada tema bahasan setiap episode, kamu bisa merencanakan apakah episode ini akan makan waktu lama maupun singkat.

Jangan lupa untuk merencanakan jadual podcast kamu. Tidak masalah jika kamu tidak bisa meluncurkan podcast setiap hari. Seminggu sekali, dua minggu sekali pun tidak masalah, asalkan episode kamu luncurkan secara teratur.

 

4. Siapkan cover art

Selain nama, cover art juga merupakan hal pertama yang akan dilihat orang. Puluhan ribu podcast ada di direktori, dan podcast kamu harus menampilkan cover art alias sampul yang mudah menarik perhatian. Siapkan file .jpg atau .png dengan resolusi 72 dpi dan ukuran 3000 x 3000 px.

 

5. Menyiapkan peralatan

Jika kamu ingin menjadi podcaster professional, sebaiknya kamu bersiap mengeluarkan sedikit modal. Menggunakan handphone untuk merekam dan earphone memang sudah cukup, tapi audio yang dihasilkan tidak berkualitas tinggi. Dan akan membuat pendengar merasa tidak nyaman.

Microphone dan condenser yang bagus untuk pemula bisa kamu dapatkan di marketplace di bawah harga 500 ribu rupiah. Cukup banyak toko yang menyediakan paket lengkap untuk podcaster/youtuber sehingga kamu tidak usah bingung menentukan peralatan satu per satu. Cukup murah bukan, modal bisnis untuk mahasiswa ini?

 

6. Merekam dan edit podcast

Saatnya rekaman! Sesuai dengan rencana yang kamu susun sebelumnya, rekamlah satu episode terlebih dulu sebagai bahan percobaan. Edit dan tambahkan music intro untuk mengawali podcast, juga outro untuk mengakhiri podcast.

Editing juga merupakan bagian penting dari produksi podcast. Hampir tidak mungkin kamu menyelesaikan rekaman dalam satu kali take. Bisa jadi ada interupsi di tengah rekaman, batuk misalnya. Atau mungkin kamu terdiam cukup lama kehilangan kata-kata. Kamu tidak perlu memulai dari awal. Kamu bisa lanjut dari bagian yang menurutmu tidak sempurna, dan saat editing kamu bisa memotong bagian yang ingin kamu hilangkan.

 

7. Lansir ke platform pilihanmu

Selesai merekam, kamu bisa meluncurkan podcastmu ke berbagai platform yang tersedia. Yang populer adalah Anchor.fm, Soundcloud dan Buzzsprout. Jika kamu pengguna Anchor.fm, setelah kamu submit podcast kamu, kamu bisa memilih ke mana saja Anchor.fm akan mendistribusikan podcast itu. Misalnya ke Spotify, Apple Podcast, Google Podcast dan masih banyak lagi.

 

8. Promosi

Promosikan podcast kamu. Tanpa promosi, tidak akan ada yang menyadari bahwa kamu sudah meluncurkan podcast. Gunakan media sosial. Share link podcast ke semua sahabat, saudara, teman kuliah. Tidak perlu malu. Gaungkan ke seluruh penjuru bahwa mahasiswa sepertimu sudah memulai usaha bikin podcast yang keren!

 

9. Monetisasi

Setelah mendapatkan audiens (di Anchor.fm kamu akan mendapatkan report lengkap tentang audiens podcast kamu), tiba waktunya untuk melakukan monetisasi. Ini saat kamu menikmati jerih payah membangun usaha podcast. Kamu bisa mendekati brand tertentu untuk menempatkan iklan atau sponsor di podcast kamu. Kamu juga menjadi affiliate dari brand tertentu yang sesuai topic podcastmu.

 

Kemungkinan pengembangan podcast sebagai usaha untuk mahasiswa ini tidak terbatas. Siapa tahu, konten salah satu episode kamu mendadak viral, dan kamu diundang menjadi narasumber sebuah stasiun televisi? Atau, melihat kelancaranmu membahas berbagai topik, salah satu brand mendekatimu untuk menjadi konsultan di perusahaan mereka? Atau, mengikuti jejak 8 podcaster Indonesia yang digandeng oleh Spotify untuk kerja sama ekslusif? The sky is your limit, bro and sis.