,

4 Tahapan Pengelolaan Gudang agar Bisnis Berjalan Maksimal

by -4 views
Usaha yang Dibutuhkan Orang Setiap Hari
Usaha yang Dibutuhkan Orang Setiap Hari

Sebagai pebisnis tentunya harus mengetahui tahapan pengelolaan gudang yang tepat dan benar. Karena memang jumlah produk yang banyak tentu memerlukan perawatan yang berbeda-beda. Jika membicarakan tahapan manjamen gudang, ada 4 hal yang harus diketahui.

Tahapan-tahapan tersebut adalah raw material, work in process, finished good, dan juga MRO goods. Berikut penjelasan dari masing-masingnya;

Raw Material (Bahan Baku)

storage-warehouse-full-of-wooden-planks-and-bars
Tahapan pengelolaan gudang

Raw material atau yang biasa diartikan sebagai bahan baku dasar adalah bahan yang diperlukan untuk membuat produk. Misalnya pembelian tepung terigu untuk pembuatan martabak, atau seperti membeli kain untuk dibuat celana ataupun baju dan lain sebagianya.

Jika bisnis anda bergerak di bidang seperti ini, tentunya raw material memiliki peranan yang sangat penting. Bahan mentah tersebut menjadi salah satu yang harus anda perhatikan, baik itu kualitas maupun jumlahnya. Tanpa adanya raw material tentu perusahaan tidak bisa membuat produk untuk pelanggannya.

Jika terjadi permasalahan dalam pengadaan raw material ini tentu akan berdampak terhadap profit perusahaan. Pengeluaran dan pendapatan akan menjadi kurang dan terhambat. Karena itu sangat penting untuk memastikan pengelolaan raw material secara maksimal.

Work in Process

industry-warehouse-steel
Tahapan pengelolaan gudang

Tahapan selanjutnya setelah raw material adalah work in process. Ini merupakan pembuatan produk dari bahan-bahan mentah yang telah dibeli sebelumnya. Work in proses sangat penting karena berkaitan dengan pesanan konsumen.

Walaupun sebenarnya ini bukan proses terakhir dari produksi produk karena memang ada pemeriksaan final untuk memastikan kualitas atau hal lainnya yang terkait dengan produk. Misalnya, anda membuat sepati atau produk sejenisnya, tentu hal itu tidak bisa dijual langsung. Ada tahapan akhir seperti packing dan pengemasan produk ke dalam box.

Untuk perusahaan manufaktur tentu work in proses ini adalah hal yang yang seringkali menjadi beban. Tidak banyak yang menyadari jika ini bisa menjadi kerugian terhadap perusahaan itu sendiri. Produk yang sudah dibuat dan dalam status word in proses tentu belum bisa dijual kepada pelanggan ataupun dikembalikan lagi kepada supplier.

Jika produk work in process menumpuk dengan jumlah banyak di gudang tentu ini belum bisa menjadi profit keuntungan bagi perusahaan. Karena masih ada tahapan lainnya agar produk bisa dijual.

Akan tetapi anda pun harus mematikan jika produk work in proses harus tetap ada untuk memaksimalkan jalur produksi. Karena itu diperlukan tenaga khusus untuk pengelolaan work in process ini.

Finished Goods

Tahapan pengelolaan gudang
Tahapan pengelolaan gudang

Tahapan ketiga yang termasuk dari manajemen gudang adalah finished goods. Di tahapan ini produk sudah bisa dijual ke calon konsumen. Akan tetapi terlebih dahulu sebagai perusahaan tentu harus memperhatikan quality control agar tidak mengecewakan pembeli.

Finished goods dalam manajemen gudang Ini sangat penting untuk dilakukan karena akan berdampak terhadap proses penjualan selanjutnya. Misalnya ketika anda memproduksi sepatu, tentu harus melakukan pengecekan ulang baik itu terkait warna, ukuran sepatu, kerapihan jahitan atau lain sebagainya.

Proses tersebut untuk memastikan apakah sesuai dengan standar perusahaan atau belum.

MRO Goods

factory_industrial_hall_logistics_trade_transport_stock_shelf_factory_building-1292554
Tahapan pengelolaan gudang

MRO adalah singkatan dari maintenance, repair and operating supplies dan merupakan alat-alat penting yang mendukung proses produksi. Tahapan ini tidak bisa disebut sebagai finished goods karena bertujuan untuk mengoperasikan, merawat ataupun memperbaiki produk.

Alat-alat tersebut misalnya seperti kompresor ataupun pompa yang terkait dengan peralatan industri. Atau alat yang terkait peralatan keamanan seperti sarung tangan, sepatu kerja, helm dan lain-lain. MRO good ini sering sekali dianggap remeh oleh perusahaan-perusahaan karena idak ada aturan jelas di dalam pengelolaan alat-alat tersebut.

Defective Goods

Tahapan pengelolaan gudang
Tahapan pengelolaan gudang

Defective goods bukan termasuk dalam pengelolaan gudang, namun ini bisa menjadi saran untuk menghindari cacat produk. Tentu kita menyadari bahwa setiap perusahaan tidak bisa membuat produk yang 100% sempurna. Hampir selalu ada kesalahan ketika memproduksi barang-barang, baik itu terkait ukuran, warna, ukuran ataupun lain sebagainya. Kita bisa menyebut produk ini dengan nama defective goods.

Kesalahan-kesalahan seperti ini bisa dihindari dengan memperhatikan proses produksi dari raw material hingga akhir. Untuk menghasilkan produk yang yang baik tentu harus memperhatikan kualitas bahan baku sebelum pembuatan.
Anda juga dapat melakukan inspeksi ketika work in proses. Anda dapat mengambil sampel-sampel produk untuk diteliti apakah terdapat kecacatan atau tidak.

Penutup

Demikianlah informasi tentang cara pengelolaan gudang yang bisa anda lakukan. Semoga artikel ini bermanfaat dan baca juga pembahasan lain terkait Jenis-Jenis Manajemen yang Dibutuhkan untuk Membangun Bisnis.