,

Mau Buka Bisnis Toko Kelontong? Ketahui 5 Hal Berikut Ini Terlebih Dahulu

by -2 views
Usaha Kecil yang Menjanjikan - Toko Kelontong
Foto: Pixabay

Menjalankan binis yang mudah dikelola, tidak ribet dan bisa dilakukan di rumah tentu menyenangkan. Banyak peluang usaha kecil yang menjanjikan yang bisa kamu lakukan, salah satunya adalah bisnis toko kelontong.

Siapa sih yang tidak pernah bertransaksi di toko kelontong? Hampir semua orang pasti pernah melakukannya. Mulai dari membeli barang kebutuhan pokok, atau bahkan hanya membeli makanan ringan merupakan hal yang wajar dilakukan dalam transaksi di toko kelontong. Hal ini membuktikan bahwa toko kelontong dapat dijadikan peluang usaha yang menguntungkan.

Tentu saja, di mana ada peluang disitu juga terdapat tantangan. Contohnya adalah harga barang yang terkadang naik-turun dan juga ketatnya persaingan. Pesaing datang bukan hanya dari toko lain saja, akan tetapi juga dari minimarket maupun jaringan toko retail waralaba yang kini kian menjamur.

Akan tetapi, toko kelontong masih dapat bersaing dengan daya tarik tersendiri seperti lebih dekat dari rumah konsumen, harga yang relatif lebih murah maupun interaksi sosial dengan warga sekitar yang mungkin tidak dapat dijumpai saat kita berbelanja di minimarket atau toko retail modern.

Masyarakat tidak banyak yang mengetahui bahwa penghasilan dari toko kelontong cukup besar. Dalam sehari, omzetnya dapat mencapai jutaan. Itu artinya dalam sebulan sebuah toko kelontong dapat menghasilkan keuntungan bahkan hingga puluhan juta.

Menggiurkan memang, tapi tentu saja omzet yang besar itu berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan.  Bisnis toko kelontong tidak akan dapat berjalan lancar jika dipersiapkan dengan asal-asalan. Banyak yang harus diperhatikan agar toko kamu dapat dijadikan usaha kecil yang menjanjikan. Simak 5 hal ini sebelum kamu memutuskan untuk menjalankan bisnis toko kelontong. 

Mau Buka Bisnis Toko Kelontong? Ketahui 5 Hal Berikut Ini Terlebih Dahulu

Bisnis toko kelontong
Foto: Pixabay

 

1. Lokasi yang Strategis

 

Lokasi usaha merupakan kunci sukses dari sebuah bisnis. Menjalankan bisnis di lokasi yang tidak strategis bahkan dapat mengakibatkan kegagalan usaha. Untuk itu, sebelum membuka toko kelontong pastikan jika kamu memiliki tempat yang strategis untuk dijadikan lokasi usaha.

Lokasi tersebut tidak selalu harus berada di tepi jalan raya atau didekat tempat wisata, toko kelontong juga dapat diljalankan di rumah dengan memanfaatkan ruang kosong, teras ataupun halaman rumah. Akan tetapi, kamu harus memastikan jika rumah yang kamu tempati memiliki askes jalan yang bagus dan berada di pemukiman padat penduduk.

 

2. Melakukan Riset Permintaan Pasar dan Kompetitor

 

Saat akan memulai suatu binis, tentu saja kamu perlu melakukan riset terlebih dahulu. Riset diperlukan untuk mengetahui apakah bisnis tersebut layak untuk dilakukan atau tidak. Jika kamu asal-asalan saat membuka bisnis dengan tidak melakukan riset, maka bisnismu dapat hancur dengan mudah.

Untuk itu, saat akan membuka toko kelontong kamu perlu melakukan riset permintaan pasar. Kamu perlu memastikan daya beli dan proyeksi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan barang di sekitar lokasi yang akan kamu gunakan sebagai tempat usaha. Semakin tinggi daya beli dan tingkat kebutuhan masyarakat, maka semakin tinggi juga kemungkinan bisnismu akan berhasil.

Selain itu, kamu juga perlu melakukan riset mengenai kompetitor. Kamu harus memperhatikan jumlah pesaing di sekitar lokasi usahamu. Tentu saja jika pesaing sudah terlalu banyak, itu tidak akan menguntungkan untuk membuka usaha. Kamu juga perlu menganalisis kekuatan dan kelemahan mereka untuk kamu gunakan sebagai strategi dalam menarik minat calon konsumen.

 

3. Memilah Jenis Produk yang akan Dijual

 

Membuka sebuah toko kelontong, artinya kamu harus mengetahui barang apa saja yang dibeli secara rutin oleh masyarakat di sekitar lokasi usahamu. Selain barang kebutuhan pokok, banyak sekali jenis produk yang dapat di jual di sebuah toko kelontong seperti camilan, minuman dalam kemasan, rokok, produk kecantikan, obat-obatan, dll.

Selain memperhatikan jenis produk, kamu juga harus memperhatikan keragaman dalam produk yang kamu jual. Usahakan kamu menyediakan beberapa varian untuk sebuah jenis produk sehingga calon konsumen dapat memilih produk yang ingin mereka beli. Hal ini dapat menghindarkan calon konsumen dari rasa bosan jika kamu menjual barang yang itu-itu saja di tokomu. Selain itu, kamu juga harus mengikuti trend yang ada khususnya produk viral dari sosial media. Produk-produk yang viral sangat potensial untuk dijual di toko kelontongmu.

 

4. Mencari Supplier

 

Setelah memilah produk apa saja yang akan kamu jual, kamu dapat mulai mencari supplier atau vendor dari produk-produk yang akan kamu jual. Memilih supplier bukanlah tugas yang mudah karena banyaknya supplier untuk setiap produk dengan keunggulan yang berbeda, jadi kamu harus cukup selektif dengan memperhatikan hasil riset permintaan pasar dan kelemahan pesaing untuk dapat kamu gunakan dalam memilih supplier yang akan menguntungkanmu.

Memilih supplier yang tepat juga akan berpengaruh terhadap keuntungan yang akan kamu dapatkan. Harga dari supplier menentukan seberapa banyak kamu bisa mengambil margin keuntungan, karena saat kamu menjual produk, kamu harus memperhatikan harga pasarannya. Jika kamu bisa mendapatkan supplier dengan harga yang rendah, kamu dapat mematok harga yang lebih murah dari harga pasarannya. Itu dapat meningkatkan penjualan dan juga meningkatkan branding dari tokomu di mata masyarakat sekitar.

 

5. Menyiapkan Izin Usaha dan Standar Kerja

 

Untuk memulai suatu bisnis, tentunya kamu juga harus menyiapkan izin usaha, termasuk saat membuka toko kelontong. Kamu perlu memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan juga Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). SIUP adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan yang wajib dimiliki oleh orang atau badan yang memiliki usaha perdagangan. SIUP berfungsi sebagai alat pengesahan yang diberikan oleh pemerintah, sehingga usaha yang kamu lakukan tidak akan mendapatkan masalah perizinan di kemudian hari.

Selain izin usaha, kamu juga harus menerapkan standar kerja. Meski toko kelontong tersebut kamu kelola dan lakukan sendiri, kamu juga tetap harus memiliki standar kerja agar kamu lebih disiplin yang akan menguntungkanmu jika bisnismu berkembang dan memiliki karyawan nantinya. Standar kerja yang dapat diatur antara lain adalah jadwal buka-tutup toko, pembukuan, dan juga standar pelayanan.

Pelayanan yang buruk akan membuat konsumen jera untuk membeli di tokomu yang akan menghambat perkembangan bisnismu. Oleh karena itu, kamu harus membuat konsumen nyaman ketika datang ke toko kelontongmu. Salah satunya adalah dengan menerapkan 5S (Senyum Salam Sapa Sopan Santun) saat melayani pembeli, dan jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dengan senyum tulus di wajah agar meninggalkan kesan baik, ya!

Untuk menjadikan bisnis toko kelontongmu sebagai usaha kecil yang menjanjikan, kamu tidak boleh mengabaikan beberapa hal di atas sebelum memulai usahamu. Pastikan kamu mengaplikasikan hal-hal di atas agar usahamu berjalan dengan baik, ya!